Minggu, 05 Agustus 2012

FREEZY DEW


Tuhan memang maha pembuat hadiah  yang  mengagumkan. Dia menghadiahkan kamu padaku. Persahabatan kita.
Kuhirup seleluasa mungkin udara segar pagi hari sambil lari-lari. Aktivitas yang membuat senyum lebar mengembang bersama hariku yang segar kembali. Sejenak aku menghentikan lariku dan mendekati serumpun rumput liar di pinggir sawah, membuatku tenggelam dalam kenangan enam tahun yang lalu, dialah freezy dew, sahabat terdekat kala itu sebelum semuanya berubah dan kami terpisah ruang dan aku kehilangan komunikasi dengannya.

@
Hujan lebat tiba-tiba menerjang kami yang sedang pulang dari les menjelang UAN.
“Heii. Kenapa ada kiriman kilat dari langit nih.” Sungut Keysha sahabatku sebal sembari melihat kearah langit.
“Udahlah, mampir warung dulu yuk.” Tanpa persetujuannya aku langsung menariknya.
 “Pesen apa kamu?” aku meneliti tiap jengkal menu yang ada di kertas list makanan dan minuman. Aku terkikik membaca list menu dengan nama-nama yang aneh, ada es jus hola-holahop, es buah dewa kubur, nasi goreng tay kuch-kuch, nah nih paling unik mie pelangi pelanga-pelongo.
Keysha menyodok lenganku. “Aooow, pa’an sih?”
Keysha membekap telinganya sewaktu sinar kilat dan suara gemuruh petir berdentam-dentam di langit. Aku melihat kearahnya sambil tertawa tapi sedetik kemudian tawaku hilang. “Kemana cincin persahabatan kita?”
“Ooh ituu, nggak tahu hilang. Udah dua hari yang lalu.”
“Kok bisa?”
“Nggak tahu, lupa naruh kali.” Keysha menggeleng seakan tak peduli.
“Kamu tuh paling nggak bisa ya merawat sesuatu, jangankan benda mati seperti kalung dan cincin, benda idup pun kamu juga nggak bakal bisa, kucing lucuku mati tertabrak motormu, marmut manisku mati ketimpa tasmu, semuaaaaa bentuk persahabatan kita kamu emang nggak bisa jaga.” Intonasi suaraku meninggi.
Pada akhirnya aku mendahuluinya untuk keluar dari warung menembus hujan dan berlari dengan amarah yang menggelegak tapi dia tak menyusulku. Setelah itu persahabatan kami jadi berbeda selama berminggu-minggu.


@
UAN telah berlalu tapi sebelum pengumuman Keysha pergi mengikuti ayahnya yang dinas di luar pulau jawa dan dia hanya meninggalkanku secarik kertas.
“Maaf ya Sunny Sun (panggilan untukku) aku mungkin nggak bisa menjaga apa yang kau berikan dalam bentuk persahabatan kita tapi satu yang akan ku jaga sepenuh cinta dalam sekeping hatiku: persahabatan kita.”
Permintaan maaf sungguh menghasilkan hal lucu. Dia menghangatkan hati dan mendinginkan rasa marah. Sebenarnya bukan karena secarik kertas itu melainkan aku sadar, persahabatan tak dilihat dari bentuk fisiknya saja tapi dari dalam ketulusan hati. Terima kasih karena kau telah membuatku melihat setengah pelangi yang hilang dari surga. Maaf terlambat untuk menyadarinya. Sungguh rasa rindu dan kehilangan ini masih ku peluk erat freezy dew.
This entry was posted in

1 komentar: