Yang
KuCinta
Diseluruh
kehidupanku.
Muhasabahku
yang terangkum didalamnya tentang hatiku padamu Rabb.
Antara
sendiri dan sunyi ataupun sunyi dengan sendiri, aku tak peduli atau lebih
tepatnya tak ambil peduli karena yang aku tahu sendiri dan sunyi punya ruang
tersendiri dalam kerajaan hatiku. Karena sendiri atau sunyi punya makna berarti
antara aku dan Illahi. pada cinta illahi, cinta yang paling hakiki dan tak
pernah terbagi. Antara sendiri dan sunyi atau sunyi dengan sendiri terkadang
bermakna ketenangan sejati.
Aku menyelam dalam lautan kehidupan
mencari kesendirian, ketika aku ingin menyepi denganMu Rabb, mengharap
kesendirian ketika aku ingin merenung menyapa diriku. Dan kemudian aku
menemukan jalan, aku berlari memelukMu Rabb kembali padaMu.
@@@
Ya
Allah aku merasa sangat banyak berubah tapi bukan kearah yang lebih baik, aku
banyak berubah ke jalan fana yang membelengguku dengan kebebasan yang
keblablasan.
Ya
rasanya sangat sesak dan sempit. Aku seakan menjadi diriku yang berbeda seakan
diriku yang sekarang sama sekali tak kukenal. Aku sungguh takut untuk
melupakanMu, Rabb.
Entahlah
Rabb, aku merasa semakin jauh dariMu. Aku jarang bercengkrama denganMu.
Semuanya tentang kehidupan yang kurasakan di pondok dulu hilang. Semua konsentrasiku,
keramahanku pada semua ciptaanMu, rasa sesalku pada dosa (hah, aku lupa sudah
berapa banyak aku menumpuk dosa yang belum aku imbangi dengan kebaikan).
Mungkinkah ini namanya terlena? Mungkin aku terlena dengan kehidupan baruku dikampus sekarang, semua hal-hal baru yang kutemui. Bisakah kau bantu aku untuk kembali, Rabb? Atau paling tidak masukilah hatiku, damaikan ia dengan cintaMu karena dia sekarang sedang galau dan sakit.
Rabb,
bantu aku menjadi wanita yang sholihah dengan berbagai kebaikan lagi. Dan
jangan pernah sekalipun tinggalkan diriku ya Rabb, jangan pernah! Ini pintaku
Rabb.
Terima
kasih bila engkau dengan ikhlas mengabulkan doa hamba yang banyak dosa ini
Rabb. Aku hanya ingin mencintaiMu Rabb sedalam hatiku mencintaiMu dalam setiap
aliran do’a dan setiap langkah yang kutempuh. Sungguh aku ingin mendekatiMu mengukir
ketulusan dalam hatiku, sehina apapun aku berada dihadapanMu diriku hanya saja
aku berharap untuk bertemu denganMu ya Rabb. Bertemu dengan pemilik jiwaku,
Engkau
pasti tahu Rabb, sungguh aku malu menyadari segala lakuku yang kulakukan
padaMu. Setiap sholatku tanpa rasa dan aku melakukannya hanya karena ingin
menggugurkan kewajibanku saja, aku sungguh melakukannya mencintaiMu dengan
hambar, meminta tanpa perasaan. Huh, sungguh menyakitkan tapi aku melakukannya
padaMu. Apakah kau kecewa Rabb? Aku tahu, pasti engkau kecewa pada hambaMu ini
yang tak tahu diri. Engkau marahpun aku terima, aku memang pantas menerimanya.
Sekarang
aku adalah hamba yang hina, seonggok daging yang tak berguna. Rabb, bolehkah
aku minta maaf dan kembali memelukMu dengan hangat? Rasanya sudah lama sekali
aku tak melakukannya.
Rabb,
tolong jernihkan hatiku yang menghitam, keruh, berkabut dan bau ya, bersediakah
engkau Rabb? Aku sungguh takut kehilanganMu.
Rabb,
beberapa hari yang lalu aku marah sekali waktu ada acara dikampus molor banget
tanpa kusadari aku selalu melakukannya juga padaMu. Maaf ya Rabb, aku selalu
telat sholat. (Ini memalukan sekali) Mungkinkah ini pertanda cintaku padaMu
telah pudar? Oh tidak, sungguh aku tak ingin.
Aku
nggak tahu Allah seberapa besar dan banyaknya aku sering mengecewakanMu, jika
aku seringkali buatMu kecewa seperti panitia acara tersebut mengecewakanku, aku
sungguh minta maaf. Memang seharusnya aku tidak mengundur-undur waktu untuk
berjumpa denganMu, berkomunikasi mesra lewat titahMu.
Maaf
ya Rabb, Tuhan terbaikku, Ar Rahman.
Terima
kasih atas kesempatan menyadarkanku akan hal ini. Aku cinta kamu, Allah. Cinta
sekali. Allah jangan pernah lepas aku dari pelukanMu ya. Aku mohon. Sebab
tanpaMu aku hanyalah debu.
Mungkin
lirik lagu Edcoustik ini mampu mewakili sebilah hatiku yang kuserahkan padaMu
Rabb. Aku Ingin MencintaiMu Setulusnya.
Tuhan
betapa aku malu atas semua yang Kau beri, padahal diriku terlalu sering
membuatMU kecewa. Entah mungkin karna ku terlena sementara Engkau beri aku
kesempatan berulang kali agar aku kembali. Dalam fitrahku sebagai manusia untuk
menghambakanMU. Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU.
Aku ingin mencintaiMU setulusnya, sebenar-benar aku cinta dalam
do`a dalam ucapan dalam setiap langkahku. Aku ingin mendekatiMU selamanya,
sehina apapun diriku. Kuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi
Kuingat
kembali hafalanku di surat
ke 55 dalam al-qur’an. Ar Rahman yang maha pemurah. Tentang segala nikmat Allah
SWT yang dapat dirasakan didunia.
“Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadzibaan.”
Maka
nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Lafal
Qur’an yang selalu mampu
memecahkan keheningan hatiku dan membuatku kembali mengingat segala kenikmatan yang tak pernah
berhenti mengalir dariMu kepada seluruh makhluknya yang terkadang banyak
diabaikan.
Maaf ya Rabb karena aku terkadang
masuk dalam golongan orang-orang yang mengabaikan dan tak sadar akan segala
nikmatMu.
Allah, ajari aku mencintaiMu dengan tulus. Agar aku bisa
menjadi salah satu hambaMu yang terbaik dengan memahamiMu bersama samudra cinta
tak bertepi yang Kau cipta untuk kami, hambaMu. Allah ajari aku cinta agar aku
lebih paham arti cintaMu yang tak berhenti mengaliri hidup kami.
Salam
cintaku untukMu, Allah.

0 komentar:
Posting Komentar