Minggu, 05 Agustus 2012

ALLAH, AJARI AKU CINTA


Yang KuCinta
Diseluruh kehidupanku.

Muhasabahku yang terangkum didalamnya tentang hatiku padamu Rabb.
Antara sendiri dan sunyi ataupun sunyi dengan sendiri, aku tak peduli atau lebih tepatnya tak ambil peduli karena yang aku tahu sendiri dan sunyi punya ruang tersendiri dalam kerajaan hatiku. Karena sendiri atau sunyi punya makna berarti antara aku dan Illahi. pada cinta illahi, cinta yang paling hakiki dan tak pernah terbagi. Antara sendiri dan sunyi atau sunyi dengan sendiri terkadang bermakna ketenangan sejati.
            Aku menyelam dalam lautan kehidupan mencari kesendirian, ketika aku ingin menyepi denganMu Rabb, mengharap kesendirian ketika aku ingin merenung menyapa diriku. Dan kemudian aku menemukan jalan, aku berlari memelukMu Rabb kembali padaMu.
@@@

Ya Allah aku merasa sangat banyak berubah tapi bukan kearah yang lebih baik, aku banyak berubah ke jalan fana yang membelengguku dengan kebebasan yang keblablasan.
Ya rasanya sangat sesak dan sempit. Aku seakan menjadi diriku yang berbeda seakan diriku yang sekarang sama sekali tak kukenal. Aku sungguh takut untuk melupakanMu, Rabb.
Entahlah Rabb, aku merasa semakin jauh dariMu. Aku jarang bercengkrama denganMu. Semuanya tentang kehidupan yang kurasakan di pondok dulu hilang. Semua konsentrasiku, keramahanku pada semua ciptaanMu, rasa sesalku pada dosa (hah, aku lupa sudah berapa banyak aku menumpuk dosa yang belum aku imbangi dengan kebaikan).

Mungkinkah ini namanya terlena? Mungkin aku terlena dengan kehidupan baruku dikampus sekarang, semua hal-hal baru yang kutemui. Bisakah kau bantu aku untuk kembali, Rabb? Atau paling tidak masukilah hatiku, damaikan ia dengan cintaMu karena dia sekarang sedang galau dan sakit.
Rabb, bantu aku menjadi wanita yang sholihah dengan berbagai kebaikan lagi. Dan jangan pernah sekalipun tinggalkan diriku ya Rabb, jangan pernah! Ini pintaku Rabb.
Terima kasih bila engkau dengan ikhlas mengabulkan doa hamba yang banyak dosa ini Rabb. Aku hanya ingin mencintaiMu Rabb sedalam hatiku mencintaiMu dalam setiap aliran do’a dan setiap langkah yang kutempuh. Sungguh aku ingin mendekatiMu mengukir ketulusan dalam hatiku, sehina apapun aku berada dihadapanMu diriku hanya saja aku berharap untuk bertemu denganMu ya Rabb. Bertemu dengan pemilik jiwaku,
Engkau pasti tahu Rabb, sungguh aku malu menyadari segala lakuku yang kulakukan padaMu. Setiap sholatku tanpa rasa dan aku melakukannya hanya karena ingin menggugurkan kewajibanku saja, aku sungguh melakukannya mencintaiMu dengan hambar, meminta tanpa perasaan. Huh, sungguh menyakitkan tapi aku melakukannya padaMu. Apakah kau kecewa Rabb? Aku tahu, pasti engkau kecewa pada hambaMu ini yang tak tahu diri. Engkau marahpun aku terima, aku memang pantas menerimanya.
Sekarang aku adalah hamba yang hina, seonggok daging yang tak berguna. Rabb, bolehkah aku minta maaf dan kembali memelukMu dengan hangat? Rasanya sudah lama sekali aku tak melakukannya.
Rabb, tolong jernihkan hatiku yang menghitam, keruh, berkabut dan bau ya, bersediakah engkau Rabb? Aku sungguh takut kehilanganMu.
Rabb, beberapa hari yang lalu aku marah sekali waktu ada acara dikampus molor banget tanpa kusadari aku selalu melakukannya juga padaMu. Maaf ya Rabb, aku selalu telat sholat. (Ini memalukan sekali) Mungkinkah ini pertanda cintaku padaMu telah pudar? Oh tidak, sungguh aku tak ingin.
Aku nggak tahu Allah seberapa besar dan banyaknya aku sering mengecewakanMu, jika aku seringkali buatMu kecewa seperti panitia acara tersebut mengecewakanku, aku sungguh minta maaf. Memang seharusnya aku tidak mengundur-undur waktu untuk berjumpa denganMu, berkomunikasi mesra lewat titahMu.
Maaf ya Rabb, Tuhan terbaikku, Ar Rahman.
Terima kasih atas kesempatan menyadarkanku akan hal ini. Aku cinta kamu, Allah. Cinta sekali. Allah jangan pernah lepas aku dari pelukanMu ya. Aku mohon. Sebab tanpaMu aku hanyalah debu.
Mungkin lirik lagu Edcoustik ini mampu mewakili sebilah hatiku yang kuserahkan padaMu Rabb. Aku Ingin MencintaiMu Setulusnya.
Tuhan betapa aku malu atas semua yang Kau beri, padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa. Entah mungkin karna ku terlena sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali. Dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMU. Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU.
Aku ingin mencintaiMU setulusnya, sebenar-benar aku cinta dalam do`a dalam ucapan dalam setiap langkahku. Aku ingin mendekatiMU selamanya, sehina apapun diriku. Kuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi

Kuingat kembali hafalanku di surat ke 55 dalam al-qur’an. Ar Rahman yang maha pemurah. Tentang segala nikmat Allah SWT yang dapat dirasakan didunia.
“Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadzibaan.”
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Lafal Qur’an yang selalu mampu memecahkan keheningan hatiku dan membuatku kembali mengingat segala kenikmatan yang tak pernah berhenti mengalir dariMu kepada seluruh makhluknya yang terkadang banyak diabaikan.
            Maaf ya Rabb karena aku terkadang masuk dalam golongan orang-orang yang mengabaikan dan tak sadar akan segala nikmatMu.
Allah, ajari aku mencintaiMu dengan tulus. Agar aku bisa menjadi salah satu hambaMu yang terbaik dengan memahamiMu bersama samudra cinta tak bertepi yang Kau cipta untuk kami, hambaMu. Allah ajari aku cinta agar aku lebih paham arti cintaMu yang tak berhenti mengaliri hidup kami.

Salam cintaku untukMu, Allah. 
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar