Minggu, 05 Agustus 2012

HALO, JODOHKU


“Kepada : Jodohku di Masa Depan”
Teruntuk pangeran bumi yang menghembuskan mantra cintanya sewaktu dikau bersanding disisiku: rindu, cinta, syukur dan terima kasihku membalut erat pekat dalam pelukan.

Aku mengenalmu dari sebuah pertemuan misterius. Tiba-tiba saja kau ada dihidupku, membawa sejuta rasa kagum dan juga rasa heran. Entahlah, aku tak mengenalmu secara detail. Aku hanya tahu, kau mencintaiku dengan keindahan da..n untuk itu kuucapkan terima kasih J untuk segala kebijaksanaan cinta yang kau ukirkan.

Bersamamu, dirumah kecil kita, aku seperti dapat merasakan keindahan yang terpancar, maka dalam setiap selarit senyum yang timbul dari dasar hatiku kubisikkan melodi kalbu, “Aku mencintaimu bersama dengan musim semi yang menghangatkan,”
Karena kau begitu tahu cara mencintaiku dengan cinta yang terindah.
Seribu makna cinta yang mengalir darimu, berisi untaian mantra cinta yang kau haturkan dan selalu saja membuatku utuh disetiap sisi kehidupan, meski tanpa kau sadari.
Seribu warna pelangi kau lukis di langit hatiku. Aku tak lagi mampu menyenandungkan jutaan indahmu hanya dalam untaian kata-kata.

Bersamamu, dirumah kecil kita, aku seperti dapat merasakan kedamaian yang melingkupiku kedalam bahasa hati dan laku. “Aku mencintaimu bersama dengan udara yang kau hirup di tiap kesegaran hawa pagi.”
Aku mencintaimu, sebaris kata yang kukatakan berkali-kali dihelaan nafasku sampai hitungan seratus, seribu bahkan sejuta waktu.
Karena kau begitu tahu cara mengasihiku dengan kasih setinggi langit seluas bumi sedalam samudra.
Selayak cintamu yang juga tak kan pernah purna denyar dalam keelokon hangat mentari dan tak kan pernah luruh meski langit senja telah mengganti layarnya dengan kegelapan.
Kau, puisi terindah dalam jalin melodi nafasku dan kau, mukjizat tuhan dalam denting anugerah langkahku. Tak kan lagi bisa ku lukis hadirmu ditiap dimensi yang tercipta untukku dan tak kan lagi bisa ku tulis kebahagiaan yang tercipta dari kemurnian cinta tanpa batas di setiap alur hidupku bila tanpamu.

Karena kau pangeran bumi yang Allah utus untuk mencintaiku, mengasihiku dan menjagaku.
Izinkan aku menjalani setiap lekuk hiruk pikuk kehidupan bersamamu, mengukir indahnya bersamamu, mencoba mengenalmu dengan lebih baik dari sebelumnya dan belajar tertatih mengeja huruf kehidupan untuk menemukan cahaya kedamaian yang menenangkan dalam cintamu. Aku akan mencoba melafalkannya dengan senyum kehangatan hati.

Kau begitu tahu cinta yang bermakna tapi aku masih saja tak bisa membalas segala cintamu dengan sempurna, maukah kau mengajariku, sebilah hatiku?

Teruntuk:
Calon kekasihku yang kurindukan. Sebilah hati yang entah berada dimana dan belum kutemukan sampai sekarang. Aku akan menunggu kasihmu dalam lingkup mahligai yang begitu di RidhoiNYA. Semoga kita cepat bertemu dalam keindahan, semoga serpih imajiku sampai diruang nyata, menjalin indah hanya bersamamu.

Amin.
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar