Belahan jiwa itu seperti separuh
nafas -kata Anang Hermansyah-
Dan bagiku, belahan jiwa itu
seperti sebilah hati yang saling melengkapi...dan hingga kini masih belum
kutemukan.
(Tapi aku bersyukur dengan hal
itu. Tuhan, memberikanku waktu agar aku bisa layak bersanding dengannya.)
Pak Mario Teguh mengatakan: Cinta tidak dibangun oleh panjangnya waktu perkenalan, tapi oleh kesesuaian jiwa. (Aih, betapa romantisnya hal ini).
Jika dua jiwa tidak sesuai bagi satu sama lain, tidak ada jumlah waktu yang cukup untuk menjadikan mereka belahan jiwa. (hebat ya, jika tangan Tuhan telah turun, maka hal yang mustahil seperti penyesuaian jiwa dalam waktu yang relatif panjang menjadikan mereka tidak berjodoh -mestinyakan jadi jodoh, karena mereka telah menjalin hubungan yang begitu lama- tapi tidak terjadi sebuah pernikahan. Hal itu malah terjadi sebaliknya)
Tapi jika jiwa mereka sesuai, bahkan sebelum mereka bertemu pun – mereka sudah belahan jiwa bagi satu sama lain, hanya saja belum ditemukan oleh Tuhan. (Siapa yang menafikkannya? aku? tidak! aku percaya sekali dengan hal itu)
Jadi bagiku, cukuplah bagiku untuk menjadi baik.
Bukan waktu yang terpentingkan?
Tapi bagaimana jiwa kita akan bersanding dan saling melengkapi.
dan doaku yang semakin mengepul di
usiaku yang ke-21 ini...aku berharap, ketika tiba waktunya, akulah yang terbaik
untukmu, bukan karena bagaimana raut wajahku, penampilanku tapi karena
pribadiku...kamu maukan menerimaku seperti itu? (Duh, harapku T~T)
+ So, lets get married Honeeeey
^^b
- yah, besok deh...kalau Me udah
siap ya, abang bakal jemput
+ Ah, abang, ijo, kuning,
hehehe....
Ah, Me...
khayalanmu melantur
kemana-mana
kau ni sukanya ^^,

0 komentar:
Posting Komentar