Kamis, 16 Agustus 2012
Sabtu, 11 Agustus 2012
LETS, GET MARRIED
Belahan jiwa itu seperti separuh
nafas -kata Anang Hermansyah-
Dan bagiku, belahan jiwa itu
seperti sebilah hati yang saling melengkapi...dan hingga kini masih belum
kutemukan.
(Tapi aku bersyukur dengan hal
itu. Tuhan, memberikanku waktu agar aku bisa layak bersanding dengannya.)
Pak Mario Teguh mengatakan: Cinta tidak dibangun oleh panjangnya waktu perkenalan, tapi oleh kesesuaian jiwa. (Aih, betapa romantisnya hal ini).
Jika dua jiwa tidak sesuai bagi satu sama lain, tidak ada jumlah waktu yang cukup untuk menjadikan mereka belahan jiwa. (hebat ya, jika tangan Tuhan telah turun, maka hal yang mustahil seperti penyesuaian jiwa dalam waktu yang relatif panjang menjadikan mereka tidak berjodoh -mestinyakan jadi jodoh, karena mereka telah menjalin hubungan yang begitu lama- tapi tidak terjadi sebuah pernikahan. Hal itu malah terjadi sebaliknya)
Tapi jika jiwa mereka sesuai, bahkan sebelum mereka bertemu pun – mereka sudah belahan jiwa bagi satu sama lain, hanya saja belum ditemukan oleh Tuhan. (Siapa yang menafikkannya? aku? tidak! aku percaya sekali dengan hal itu)
Jadi bagiku, cukuplah bagiku untuk menjadi baik.
Bukan waktu yang terpentingkan?
Tapi bagaimana jiwa kita akan bersanding dan saling melengkapi.
dan doaku yang semakin mengepul di
usiaku yang ke-21 ini...aku berharap, ketika tiba waktunya, akulah yang terbaik
untukmu, bukan karena bagaimana raut wajahku, penampilanku tapi karena
pribadiku...kamu maukan menerimaku seperti itu? (Duh, harapku T~T)
Jumat, 10 Agustus 2012
AKU PUN BUTA TUNGGU
Layakkah aku merasakan rindumu sementara aku buta tunggu?
Sama sepertinya, rinduku pun berjalan bahkan terkadang ia terlalu cepat dan menyamai orang yang berlari hingga ia terengah, sesak, aturan nafasnya memburu. ia terlalu buta untuk mengeja kata tunggu.
aku menghapus peluhnya
Ah, rinduku dan rindumu? adakah ia pernah satu?
aku sama sekali tak menampiknya. Bahkan aku paham benar, dimana posisiku. Hingga nafasku terauti.
meski sampai saat itu
sampai lelah nantiku, penantianku. Aku berharap, paling tidak sekilas, ia pernah singgah,
dilubuk, hatimu...
WHO LOVES YOU?
Bahkan sungguh, aku memastikan jika semuanya telah baik. Kau dalam gemuruhmu dan aku yang terbakar cemburu.
Bersilang tukar antara rasa, janji dan nyata.
Hei, tak sungguhkah kau tak mengerti bahwa rautku meranum dan kadang menjamur?
Yah, dan pada akhirnya waktu menceritakan kronologinya padamu
tentangnya, tentang kamu,
dan bukan aku
MERINDUI KAU, HONEY...
Hei, honey...
Masih ingat kenangan yang kau lipat tak?
Saat bintang-bintang berbentuk cinta berhasil menjeratku
Dan kutaruh ia dimatamu
Kau tersenyum, mengedar rapalan jarak
Ah, honey...lagi...
Pikat mantra ajaibmu bertabur
Dalam desah debar
Honey,
Merakit derai kerling mata
Mata kita berpadu
Duh, merindui kau Honey...
---
(Khayalku menjemput. Aku tergelak.)
Selasa, 07 Agustus 2012
KAITKAN AKU, LAGI
Masih,
udara lembut yang kau seduh
masih terasa sama
kemarilah,
kaitkan kelingking kita
aku mau lagi mendengar nadamu saat menyematkan bunga
Masih,
kusimpan kamu
dalam damai ricik doa
suargamu?
lebih indahkah dari terakhir kita berjumpa?
kaitkan aku dalam bahagiamu...disana...
siapa tahu aku cepat mengetuk rumahmu :)
Minggu, 05 Agustus 2012
HALO, JODOHKU
“Kepada : Jodohku di Masa Depan”
Teruntuk pangeran bumi yang
menghembuskan mantra cintanya sewaktu dikau bersanding disisiku: rindu, cinta,
syukur dan terima kasihku membalut erat pekat dalam pelukan.
Aku
mengenalmu dari sebuah pertemuan misterius. Tiba-tiba saja kau ada dihidupku,
membawa sejuta rasa kagum dan juga rasa heran. Entahlah, aku tak mengenalmu
secara detail. Aku hanya tahu, kau mencintaiku dengan keindahan da..n untuk itu
kuucapkan terima kasih J untuk segala kebijaksanaan cinta yang kau ukirkan.
Bersamamu, dirumah kecil kita, aku seperti
dapat merasakan keindahan yang terpancar, maka dalam setiap selarit senyum yang
timbul dari dasar hatiku kubisikkan melodi kalbu, “Aku mencintaimu bersama
dengan musim semi yang menghangatkan,”
Karena kau begitu tahu cara mencintaiku
dengan cinta yang terindah.
Seribu makna cinta yang mengalir darimu,
berisi untaian mantra cinta yang kau haturkan dan selalu saja membuatku utuh
disetiap sisi kehidupan, meski tanpa kau sadari.
Seribu warna pelangi kau lukis di langit
hatiku. Aku tak lagi mampu menyenandungkan jutaan indahmu hanya dalam untaian
kata-kata.
Bersamamu, dirumah kecil kita, aku seperti
dapat merasakan kedamaian yang melingkupiku kedalam bahasa hati dan laku. “Aku
mencintaimu bersama dengan udara yang kau hirup di tiap kesegaran hawa pagi.”
Aku mencintaimu, sebaris kata yang kukatakan
berkali-kali dihelaan nafasku sampai hitungan seratus, seribu bahkan sejuta
waktu.
Karena kau begitu tahu cara mengasihiku
dengan kasih setinggi langit seluas bumi sedalam samudra.
Selayak cintamu yang juga tak kan pernah
purna denyar dalam keelokon hangat mentari dan tak kan pernah luruh meski
langit senja telah mengganti layarnya dengan kegelapan.
Kau, puisi terindah dalam jalin melodi
nafasku dan kau, mukjizat tuhan dalam denting anugerah langkahku. Tak kan lagi
bisa ku lukis hadirmu ditiap dimensi yang tercipta untukku dan tak kan lagi bisa
ku tulis kebahagiaan yang tercipta dari kemurnian cinta tanpa batas di setiap
alur hidupku bila tanpamu.
Karena kau pangeran bumi yang Allah utus
untuk mencintaiku, mengasihiku dan menjagaku.
Izinkan aku
menjalani setiap lekuk hiruk pikuk kehidupan bersamamu, mengukir indahnya
bersamamu, mencoba mengenalmu dengan lebih baik dari sebelumnya dan belajar
tertatih mengeja huruf kehidupan untuk menemukan cahaya kedamaian yang
menenangkan dalam cintamu. Aku akan mencoba melafalkannya dengan senyum
kehangatan hati.
Kau begitu tahu
cinta yang bermakna tapi aku masih saja tak bisa membalas segala cintamu dengan
sempurna, maukah kau mengajariku, sebilah hatiku?
Teruntuk:
Calon kekasihku yang kurindukan.
Sebilah hati yang entah berada dimana dan belum kutemukan sampai sekarang. Aku
akan menunggu kasihmu dalam lingkup mahligai yang begitu di RidhoiNYA. Semoga
kita cepat bertemu dalam keindahan, semoga serpih imajiku sampai diruang nyata,
menjalin indah hanya bersamamu.
KELUARGA SEVEN FB-KU
No
one ever saw me like you do. All
the things that I could add up to. I
never knew just what a smile was worth but
your eyes say everything without a single word.
Lagu Christian ini sungguh menyita
jiwaku membawanya terbang bersama kebahagiaan yang tercipta diantara keluarga
kita. Seperti musim semi yang hangat dan seperti tumbuh segarnya benih-benih
kasih dalam dada kita, seperti itulah rasa yang kini bertahta dan mengisi
relung hatiku bersama nama kalian, bersama kehidupan yang sudah beberapa bulan
ini kita jalani bersama.
Lagu ini memang sengaja kuputar,
berharap ada aksara tepat untuk mengungkapkan bagaimana kalian telah memberi
warna dilangit hatiku, meski akupun tahu bahwa tak ada kata tepat dan sempurna
untuk mengutarakan segala asa yang selalu kalian selipkan dinafasku.
Dera kerinduan yang membelenggu ini
semakin terasa menusuk, rindu
kalian yang tak pulang menengok dan berkumpul dirumah kita bersama, rumah
keluarga tujuh yang sering kita sebut rumah kehangatan sebab tak ada yang tak
mengindahkan bila damai telah melingkupi kita kala kita bersama, merangkum asa
untuk mengukir waktu terbaik, it’s true.
Lama sekali rasanya tak bersua dengan
kalian (meski hanya dalam dunia maya saja). Lupakah kalian dengan rumah grup keluarga
seven kita? Aku harap ini hanyalah perasaanku saja. J
Sungguh hal ini karena rinduku sangatlah membekap erat.
JALINAN KASIH DARIMU
'Cause there's something in the way
you look at me, It's
as if my heart knows you're the missing piece. You make
me believe that there's nothing in this world I can't be, I'd never
know what you see. But there's something in the way you look at me. I don't
know how or why, I feel different in your eyes. All I
know is that it happens every time.
Ma pernah menyanyikan lagu ini untukku
tapi aku tidak tahu apa artinya, mungkin besok atau lusa aku akan minta Ma
membelikanku kamus bahasa inggris dan mengajariku agar aku bisa mengerti
artinya.
@@@
Sejak
aku bisa mengingat, Ma adalah perempuan hebat yang mengajariku banyak hal.
Bersama Ma aku bisa dengan mudah melukis selarit senyum dari kehidupan yang menghangatkan,
bersama Ma pula aku belajar arti satu sama lain. Ma membuatku mampu menerima
jalinan kasih yang teramat indah.
“Mia,
kau akan bengong terus seperti itu ya?”
Aku
nyengir menampakkan sederet gigi jagung putih yang rapi. “Hehe, Ma ingin
dibantu apa?” tanyaku sembari berangsur mendekati Ma yang sedang sibuk dengan
baju seterika yang menggunung.
“Ma
cuma negur kamu yang sedang asyik bengong aja, liat apa’an sih di TV?”
“Boleh
aku minta uang Ma? Es krim tadi sepertinya lezat.” Rajukku manja padanya.
Ma
manyun dan tersenyum. “Ma akan buatkan makanan bergizi buat kamu sayang, es
krim buah, mau?”
Aku
mengangguk dengan cepat. “Waaaa, asyik sekali. Aku suka semua makanan Ma, Ma
pintar sekali memasak. Aku sayang Ma, karena selain pintar memasak, Ma pintar
membuatku bahagia. Nanti aku bantu deh.”
Ma
mengusap rambutku. Hal yang paling aku sukai, kemudian Ma mengecup kepalaku.
Kebiasaan ini selalu dilakukan Ma semenjak Papa dan Mama bercerai dan aku lebih
memilih Ma. Semua orang setuju dan membiarkanku memilih, dengan begitu kata
mereka: aku bisa menentukan jalan kebahagianku sendiri.
Ma
bekerja sangat keras untukku meski begitu tak sedikitpun ketika dia lelah
menampakkan raut yang dapat membuatku khawatir, malah terkadang ketika dia
sakit aku sama sekali tak tahu apa-apa. Sampai kemudian aku akan menangis
melihatnya.
“Kenapa
menangis?” Tanya Ma yang sedang berbaring dengan suhu tubuh diatas manusia
normal.
“Aku
jahat ya Ma?” Tanyaku diantara tangis yang berderai.
ALLAH, AJARI AKU CINTA
Yang
KuCinta
Diseluruh
kehidupanku.
Muhasabahku
yang terangkum didalamnya tentang hatiku padamu Rabb.
Antara
sendiri dan sunyi ataupun sunyi dengan sendiri, aku tak peduli atau lebih
tepatnya tak ambil peduli karena yang aku tahu sendiri dan sunyi punya ruang
tersendiri dalam kerajaan hatiku. Karena sendiri atau sunyi punya makna berarti
antara aku dan Illahi. pada cinta illahi, cinta yang paling hakiki dan tak
pernah terbagi. Antara sendiri dan sunyi atau sunyi dengan sendiri terkadang
bermakna ketenangan sejati.
Aku menyelam dalam lautan kehidupan
mencari kesendirian, ketika aku ingin menyepi denganMu Rabb, mengharap
kesendirian ketika aku ingin merenung menyapa diriku. Dan kemudian aku
menemukan jalan, aku berlari memelukMu Rabb kembali padaMu.
@@@
Ya
Allah aku merasa sangat banyak berubah tapi bukan kearah yang lebih baik, aku
banyak berubah ke jalan fana yang membelengguku dengan kebebasan yang
keblablasan.
Ya
rasanya sangat sesak dan sempit. Aku seakan menjadi diriku yang berbeda seakan
diriku yang sekarang sama sekali tak kukenal. Aku sungguh takut untuk
melupakanMu, Rabb.
Entahlah
Rabb, aku merasa semakin jauh dariMu. Aku jarang bercengkrama denganMu.
Semuanya tentang kehidupan yang kurasakan di pondok dulu hilang. Semua konsentrasiku,
keramahanku pada semua ciptaanMu, rasa sesalku pada dosa (hah, aku lupa sudah
berapa banyak aku menumpuk dosa yang belum aku imbangi dengan kebaikan).
FREEZY DEW
Tuhan memang maha
pembuat hadiah yang mengagumkan. Dia menghadiahkan kamu padaku.
Persahabatan kita.
Kuhirup seleluasa
mungkin udara segar pagi hari sambil lari-lari. Aktivitas yang membuat senyum
lebar mengembang bersama hariku yang segar kembali. Sejenak aku menghentikan
lariku dan mendekati serumpun rumput liar di pinggir sawah, membuatku tenggelam
dalam kenangan enam tahun yang lalu, dialah freezy dew, sahabat terdekat kala
itu sebelum semuanya berubah dan kami terpisah ruang dan aku kehilangan
komunikasi dengannya.
@
Hujan lebat tiba-tiba
menerjang kami yang sedang pulang dari les menjelang UAN.
“Heii. Kenapa ada
kiriman kilat dari langit nih.” Sungut Keysha sahabatku sebal sembari melihat
kearah langit.
“Udahlah, mampir warung
dulu yuk.” Tanpa persetujuannya aku langsung menariknya.
“Pesen apa kamu?” aku meneliti tiap jengkal
menu yang ada di kertas list makanan dan minuman. Aku terkikik membaca list
menu dengan nama-nama yang aneh, ada es jus hola-holahop, es buah dewa kubur,
nasi goreng tay kuch-kuch, nah nih paling unik mie pelangi pelanga-pelongo.
Keysha menyodok
lenganku. “Aooow, pa’an sih?”
Keysha membekap
telinganya sewaktu sinar kilat dan suara gemuruh petir berdentam-dentam di
langit. Aku melihat kearahnya sambil tertawa tapi sedetik kemudian tawaku
hilang. “Kemana cincin persahabatan kita?”
“Ooh ituu, nggak tahu
hilang. Udah dua hari yang lalu.”
“Kok bisa?”
“Nggak tahu, lupa naruh
kali.” Keysha menggeleng seakan tak peduli.
“Kamu tuh paling nggak
bisa ya merawat sesuatu, jangankan benda mati seperti kalung dan cincin, benda
idup pun kamu juga nggak bakal bisa, kucing lucuku mati tertabrak motormu, marmut
manisku mati ketimpa tasmu, semuaaaaa bentuk persahabatan kita kamu emang nggak
bisa jaga.” Intonasi suaraku meninggi.
Pada akhirnya aku
mendahuluinya untuk keluar dari warung menembus hujan dan berlari dengan amarah
yang menggelegak tapi dia tak menyusulku. Setelah itu persahabatan kami jadi
berbeda selama berminggu-minggu.
PELANGI, LOLLIPOP, DAN COKLAT
Pelangi,
mejikuhibinium. Mengingat satu hal itu aku serasa masih dapat merasakan permen
lollipop yang manis legit, dan nikmatnya secangkir coklat hangat kala setengah
pelangi melingkar di langit.
“Bu
aku mau lollipop dan coklat hangat.” Rajukku pada Bunda sembari menggelanyut
manja di lengan tangannya.
Bunda
tersenyum hangat sembari mengelus rambutku sepenuh cinta. “Kalau nggak ada
pelangi berarti nggak ada permen lollipop dan secangkir coklat hangat.”
“Kenapa?
Kenapa Chacha nggak bisa makan lollipop dan coklat? Bunda nggak sayang sama
Chacha ya?” Aku hampir menangis karena tidak mendapat apa yang kuinginkan, manik-manik
mataku yang tadinya berbinar menjadi redup kembali.
Bunda
merengkuhku dalam dekapannya. “Bukan begitu sayang, ini karena belum ada
pelangi di langit, kan kalau tidak ada para peri yang menitipkan Bunda permen
lollipop dan secangkir coklat, jadinya Bunda nggak bisa ngasih Chacha lollipop
dan coklat.”
"Bukan begitu
sayang, ini karena belum ada peri di langit yang berkunjung membagikan permen
lolipop dan menuangkan secangkir coklat. Jadi Ibu belum bisa memberi Chacha apa
yang diberikan Ibu setiap pelangi datang"
Langganan:
Komentar (Atom)


















