Rabu, 02 Maret 2022

Mengikuti Fitrah Anak

Qadarullah memiliki anak yang aktif. Menyukai bersih-bersih tepatnya. Kata mamah mertua ini kayak ayahnya waktu kecil.
Apa aja dipegang, mulai dari kemoceng sampai sapu. Ia kibas-kibas untuk membersihkan apapun 😅
Tidak apa sayang. Bereksperimenlah, ini salah satu program install kemandirian dalam dirimu.
Bunda tinggal mindahin toples kaca agar kau tak luka. Dan tanpa sadar kita sudah melakukan #homeschoolingrabbani #homeeducationislami 😍
Alhamdulillah, mamer mengasuh anaknya dengan baik. Beliau tak melarang, ikut mengontrolnya saja. Hal sama yang saya terapkan juga.
Ayahnya pun sampai sekarang lebih rajin bersih-bersih. Malahan lebih bersih dari istrinya. Lebih perfeksionis. Bahkan, istrinya sering merasa amaze dengan hasil kerja rumahannya. MasyaAllah.
Awal menikah jadi awal belajar saya. Menyesuaikan standar rapi dan bersih ala suami. Belajar terus dan diajarin tentunya.
Saya selalu happy kalau dipercaya bisa berubah, bisa belajar, ada gurunya. Saya menulis seperti ini pun dikuatkan teh Indari Mastuti. Haturnuhun kelas storysellinnya teh. Ada yang mau ikut? Khusus perempuan ya.
Ini ada grup preview StorySelling batch 4
Akhirnya jika diberikan kesempatan gitu. Dikasih waktu proses belajar tanpa kritikan. InsyaAllah dengan lapang dada langsung melakukannya.
"Cara nyetrika itu kayak gini lho. Ini dipepetin dulu. Terus dipegang. Sesuaikan garisnya, baru disetrika rapi." Kata suami sambil memegang celana panjanng hitamnya.
Istrinya cuman manggut-manggut
"Kok ayah bisa ahli gitu nyetrikanya? Diajarin mamah ya?"
Dianya ketawa, "Belajar sendirilah."
Nah tuuhkan bener, anak terlahir dengan membawa fitrah.
Dulu saya pernah dicurhati seseorang. Putrinya sudah menjadi seorang remaja. Ia tak pernah sekalipun masuk dapur. Kalau disuruh ke dapur, putrinya ngerasa nggak nyaman.
Sampai kemudian bundanya tahu alasan dibalik putrinya seperti itu. "Dulu ibuk ngelarang aku ke dapur. Katanya takut aku kena pisaulah. Takut aku kena air panas. Sekarang malah disuruh terus ke dapur. Aku nggak suka bu."
Nah bun. Jadi tahu ya kenapa dia nggak suka berada di dapur.
Itu aja anak perempuan. Gimana dengan anak laki-laki? Pegang sayuran aja langsung dilarang, dimarahi. Masuk ke dapur aja langsung dapat teriakan.
Jangan heran kalau nantinya anak laki-laki tidak bisa membantu ibu. Tidak bisa membantu istri. Karena nggak pernah diajarkan.
Kalau orang tua bisa mengikuti fitrah, tidak merusaknya. Maka fitrah itu akan tumbuh dengan baik.
Sama seperti tumbuhan, jika tumbuhan itu dirawat dengan sayang seperti dipupuk, dikasih air, ada hama disemprot. Selalu diperhatikan, tak pernah dicuekin. Tentu tumbuh dengan baik pula.
Jika seorang anak balita tak mudah dilarang melakukan sesuatu. Membiarkannya mengikuti rasa ingin tahu, asal tak membahayakan. Biarkan. Untuk orang tua dampingi saja.
Saya ingin anak memiliki kemandirian sendiri. Jadi inget lagu di #halobalita. "Halo halo, halo balita. Aku bisa aku bisaaa. Aku bisa makan sendiri, mandi sendiri, pakai baju sendiri. Horee. Aku berani tidur sendiri, bisa merapikan mainan sendiri. Oh aku suka buku. Alhamdulillah. Aku selalu hati-hati. Aku berani ke dokter. Aku senang keliling kota."
Love you nak, sampai ke jannah 😊
#parentingwithheart

0 komentar:

Posting Komentar