Pagi ini hati saya terbetik untuk membahas tentang sosok ibu.
Di awali dengan tulisan pendek sebelum status ini, https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2050007215009450&id=100000005748499
Jaga happy dalam diri ibu karena suasana hati ibu memengaruhi suasana happy anggota keluarga.
Tergelitik dengan ungkapan bu Septi Peni tentang semua ibu adalah bekerja. Ada ibu rumah tangga yang bekerja di ranah domestik dan ibu rumah tangga yang bekerja di ranah publik.
Semuanya saling mencurahkan tenaga dan pikiran untuk menangani tugas-tugasnya. Baik yang di rumah atau di kantor.
Namun, sayangnya profesi IRT domestik maupun publik jadi bahan pro dan kontra. Sedih ya mak. 

Padahal semuanya butuh effort yang gak sesikit juga. Pasti ada pengorbanan yang dikeluarkan.
Katanya kalau IRT domestik keenakan cuman di rumah. Kerjaan nggak berat endebre endebre ya bun.
Tapi anggapan itu jangan dianggap penting bun.
Katanya kalau ibu bekerja publik apa kagak kesian sama anaknya. Apa nanti gak takut anaknya sayang sama pengasuhnya?
Bunda, jika itu terjadi pada kita, biarkan. Biarkan semacam angin lalu aja.
Yang menjalani hidup kita. Kitalah yang bisa menyupiri hendak dibawa kemana bahagia kita. Dengan berbahagia lewat cara kita atau berbahagia lewat omongan orang.
Kata kata yang tak terkendali, mudahnya berkomentar terhadap hidup orang. Bukanlah hal yang baik.
Jadi mari bijak dalam berkata lisan maupun tulisan.
Kita nggak pernah tahu ada kisah apa dibalik mengapa ia bekerja hanya di domestik saja. Atau mengapa ia memilih di ranah publik.
Kita nggak pernah benar-benar tau.
Jadi,
STOP menyakiti hati perempuan lain!
Kita sama sama perempuan bunda. Jika hati kita ibarat kaca. Sensitif dan penuh perasaan, mari saling menjaga sepenuh cinta.
Love,
Bunda Eka Mega Cynthia
0 komentar:
Posting Komentar