Sebelum menikah, saya melihat banyak sekali realita, bahwa memiliki anak yang lahir dari rahim sendiri betul-betul hak prerogatif Allah.
Tak ada secuilpun kuasa kita bisa mendapatkannya kalau Allah tak ridhoi.
Sebelum menikah, saya melihat ada pasutri yang hamil dan punya anak dalam kurun waktu dekat. Tak jarang juga pasutri lain perlu waktu panjang untuk menerima amanah itu. Tiga atau lima tahun, bahkan ada yang hitungan di atas 10 tahun. Dengan segala upayanya.
Dan saya pun sudah mempersiapkan mental. Jika ternyata memang Allah belum atau tidak menitipkan anak dalam rahim. Berbesar hati. InsyaAllah itulah ketetapan Allah yang paling baik untuk diri saya.
MasyaAllah, segalanya betul-betul kuasa Allah sajalah. Atas izinNya, Allah memperkenankan diri mengandung. Sebuah anugerah luar biasa. Bukankah kita pun meyakini kalau anak adalah anugerah dari Allah? Yang sepantasnya memang patut kita jaga.
Duhai ayah bunda, mari kita bercermin pada diri.
Ananda kita itu apakah sudah menjadi anugerah atau cobaan?
Untuk menjawabnya ayah bunda bisa bayangkan segala hal yang berkaitan dengan keseharian anak dan bagaimana kita menanggapinya. Menyikapinya.
Tanyakan baik-baik. Biarkan hati dan pikiran kita berdialog.
Apakah jawabannya ayah bunda?
Sudahkah ia jadi anak yang sholih sehingga menjadi penyejuk mata orang tuanya?
Ataukah,
Ia menjadi anak yang tiap kali orang tua melihat, terasa benar hati orang tua menjadi gondok. Membuat orang tua habis sabar dan berteriak-teriak?
Lalu di antara kedua pilihan itu siapa yang berperan?
Betul. Utamanya adalah kedua orangtuanya.
Sebab anak terlahir fitrah. Suci. Dan oleh orang tuanyalah yang bisa membentuk.
Ayah bunda, kunci anak sholih ada didiri kita. Kitalah fondasi mereka. Kitalah yang harus mewarnainya. Jangan sampai lengah. Jikalau benar kita menginginkan anak yang sholih, sholihkan diri terlebih dulu. Memantaskan diri.
Tak lupa gencarkan ditiap tengadah akhir sholat, doa inilah yang kita vibrasikan. Doa yang sama seperti doa nabi ibrahim, "Rabbi hablii minash shaalihiin." (Ya Allah anugerahkan padaku seorang anak yang termasuk ke dalam orang-orang sholih.)
0 komentar:
Posting Komentar